Tampilkan postingan dengan label Inspirasi dan Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi dan Motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Agustus 2014

Kisah Batu Kusam

Ainiyafaida-Suatu ketika seorang pengrajin batu berjalan di gunung yang sangat gersang dan melihat seonggok batu dengan warna coklat kusam yang telah diselimuti oleh lumut dan kenampakan luarnya relatif lapuk. Kemudian dengan sekuat tenaga sang pengrajin tersebut mengayunkan godamnya mengenai batu hingga mendapatkan bongkahan batu sebesar kepala, dan mulai terlihat warna aslinya dari batu tersebut adalah putih. 

Dibawanya batu itu ke rumahnya, dipotongnya dengan menggunakan gerinda (alat pemotong batu), hingga percikan api hasil gesekan dengan batu itu sesekali terlihat. Dihaluskannya permukaan yang kasar dan dipoles. Siang dan malam, ia berusaha membuat sebentuk batu penghias cincin, dari warna batu yang putih dan kasar, berangsur-angsur menjadi putih, mengkilap dan licin. 

Pengrajin tersebut itu tahu betul kesempurnaan bentuk sebuah batu penghias cincin, akhirnya terciptalah sebuah batu yang bernilai 



Renungan : 

Sebenarnya alam memberikan berbagai pelajaran buat kita. Kita adalah sebongkah batu kusam, kondisi lapuk, berlumut dan rapuh adalah kondisi kita yang tidak mampu melawan cobaan. Pukulan godam, gesekan gerinda, percikan api, polesan amplas adalah gambaran dari cobaan yang datang untuk menempa kita. Terkadang kita menolak cobaan yang datang, tetapi sebenarnya cobaan tersebut adalah sarana yang datang dari Sang Pencipta untuk membentuk kepribadian kita sehingga kita bisa terlihat bersinar. Sekarang mari kita pikirkan, dimanakah posisi kita? Apakah kita seonggok batu yang tidak berharga? Ataukah kita seonggok batu yang sedang mengalami proses menjadi sebuah batu penghias cincin yang memiliki nilai yang mahal?

Sumber: Group Facebook "Belajar Tiada Akhir"

Selasa, 14 Januari 2014

Pengaruh Sifat Iri


Di antara banyak permasalahan sosial yang sarat dengan nuansa psikologis adalah persoalan sosial-emosional. salah satunya adalah IRI. menurut beberapa ahli (Hareli & Weiner, 2002 ; Hughes, 2001 ; Joffe, 2002 ; Norman, 2002 ; Williams, 2003) IRI dapat menyebabkan persoalan sosial yang serius. Sebagai konsep psikologi, dalam relasi sosial IRI memiliki muatan emosi yang sangat tinggi. IRI bukan hanya emosi negatif dan dapat mengakibatkan relasi sosial menjadi buruk tetapi juga berkembang dari kondisi psikologi yang negatif, antara lain perasaan inferior (merasa rendah diri).

Dalam penelitian yang saya miliki, pada umumnya responden menyamakan pengertian IRI dengan cemburu, dengki, dan sirik. Padahal ketiga ungkapan ini memiliki konsep yang berbeda walaupun maknanya mendekati IRI. Hal ini menunjukkan secara konseptual IRI belum sepenuhnya dipahami oleh responden.

Ada 4 kategori mengenai pola relasi iri terhadap orang lain dan diirikan orang lain:
1. pernah merasa iri dan merasa diirikan orang lain memiliki kecenderungan envied personality (Richard, 2000 ; Wigley, 2000)

2. pernah merasa iri tapi tidak merasa diirikan orang lain memiliki kecenderungan merasa rendah diri (inferior)

3. tidak pernah merasa iri tapi merasa diirikan orang lain memiliki kecenderungan merasa hal yang ada pada dirinya sudah memadai dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi atau bahkan terlalu percaya diri sehingga memandang orang lain iri padanya (Vecchio, 2005)

4. tidak pernah merasa iri dan tidak merasa diirikan orang lain memiliki kecenderungan menerima kenyataan yang ada pada dirinya dan melihat apa yang terjadi pada orang lain memang sudah seharusnya terjadi (Wigley, 2000).

Alasan iri dan diirikan Berdasarkan pertanyaan terbuka, dapat dilakukan kategorisasi dan terdapat beberapa aspek sbg berikut:
1. Umum: mencakup hal-hal yang relatif luas dan tidak spesifik
2. 'Sesuatu': hampir mirip dengan aspek umum tapi tidak disebutkan
3. Nasib: berkaitan dengan nasib dan keberuntungan yang diperoleh
4. Gender: perbedaan peran dan posisi laki-laki dan perempuan
5. Keluarga: kondisi keluarga dan lebih menggambarkan pada relasi, kehangatan, kasih sayang dan keharmonisan dalam keluarga
6. Materi: kondisi ekonomi dan kesejahteraan
7. Akademis: prestasi akademis
8. Pengembangan pribadi: capaian dan prestasi individu yang diperoleh dalam hal pengembangan diri
9. Fisik: kondisi fisik dan penampilan
10. Relasi sosial: lebih populer, banyak teman, dsb
11. Cinta: hubungan romantis antar individu
12. Religius: keshalehan individu

Penelitian ini menggali data tentang tindakan yang dilakukan oleh responden ketika mengalami IRI. Seperti menjadikan IRI sebagai sebuah motivasi, instropeksi, bilang kepada orang yang diirikan, menjalin relasi, meminta saran, meminta apresiasi, memendam, bersaing, menghindar, mengontrol emosi, dll. Variasi tanggapan, tindakan dan sikap yang diungkapkan responden ketika IRI cukup variatif. Hal yang agak mengejutkan adalah banyak munculnya pernyataan-pernyataan yang mencerminkan tanggapan, tindakan, dan sikap netral dan positif walaupun merasa IRI terhadap seseorang (seperti menjadikan rasa IRI sebagai motivasi, menjalin relasi yang baik, dst). Pada sisi lain harus diakui bahwa jawaban tersebut merupakan respons yang secara metodologis berpotensi mengandung social desirability tinggi karena responden mengisi sendiri jawabannya. Dalam penelitian ini juga tidak ada elaborasi atau probing atas jawaban yang muncul.

Jadi, dalam penelitian ini ditemukan terdapat upaya-upaya positif ketika rasa IRI muncul bahkan IRI juga bisa dijadikan sebagai motivasi untuk pengembangan diri.

Langkah pertama: Terimalah kenyataan bahwa rasa iri adalah sesuatu yang selalu akan kita rasakan setiap saat. Sadarilah bahwa kita tidak bisa sekaligus menjadi jutawan, seorang jenius, sekaligus menjadi ratu kecantikan. Sebenarnya banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mencapai satu titik keberhasilan. Tak ada salahnya membangkitkan rasa bangga karena memiliki orang-orang yang memperhatikan kita.

Langkah kedua Kenalilah situasi-situasi tertentu yang membuat kita merasa iri. Apakah selama ini anda tetap mencoba untuk memenuhi harapan orang tua atau mengangan-angankan sesuatu yang tidak beralasan mengenai bagaimana hidup ini seharusnya?

Langkah ketiga Berpikirlah bagaimana anda mengendalikan rasa iri ketika kita merasakannya. Cara yang terburuk adalah hanya dengan duduk melamun memikirkan mengenai rasa iri itu atau menyalahkan obyek dari rasa iri.

Langkah keempat Kembangkanlah cara-cara positif untukmenanggulangi rasa iri. Pusatkan pada apa yang anda miliki dan cobalah untuk mengingat-ngingat mengapa anda memilih untuk melakukannya. Percayalah, tidak ada kata terlambat untuk mengubahnya. Jika rasa iri dapat menyebabkan anda melakukan perubahan-perubahan yang konstruktif, itu berarti kita telah belajar bagaimana mengatasi rasa iri tersebut

Langkah terakhir Kenalilah perbedaan antara rasa iri yang sifatnya sementara dan yang kronis. Semoga kita semuanya mampu memakna dari segala makna kata, kalimat, pikiran dan perbuatan. Segala sesuatu yang terjadi pada diri kita, itu dikarenakan diri kita sendirilah sebagai penyebab utamanya. Semoga perubahan hidup dimiliki oleh kita semuanya, karena tidak ada satu orangpun yang menginginkan dirinya teraniaya dan terbentang dalam kesunyian diri.
Sumber: Berbagai Sumber

Senin, 13 Januari 2014

Menatap Kegagalan

Mengangankan sukses dan kehidupan yang licin bukan suatu dosa. Dan itu juga menjadi hak setiap orang, yang jadi masalah adalah penuangannya dalam bentuk kehidupan nyata, yang bisa dirasakan secara kongkrit. Kehidupan nyata tak selalu indah bak cerita dongeng. Jalan yang ditempuh tak selalu selicin kaca, cukup banyak kerikil yang terserak di perjalanan, siap menghambat langkah. Munculnya onak dan duri di perjalanan yang seringkali membuat langkah tertegun dan tersendat bukan mustahil kita jumpai. Tapi itu bukan berarti kita boleh terhanyut dalam kesedihan atau penyesalan yang berlarut. Langkah masih teramat panjang untuk mencapai cita mewujudkan angan yang tersimpan di dalam benak. Reaksi yang bisa muncul ketika berhadapan dengan kondisi yang tidak enak itu ada bermacam-macam. Ada yang segera dirundung kelabu, ada yang menjelma menjadi manusia apatis, acuh tak acuh, ada pula yang meratap berkepanjangan. Kegagalan memang bukan sesuatu yang menyenangkan untuk ditatap. Tapi jangan lupa, kehadirannya dalam hidup kita sesungguhnya membawa nilai yang tiada kecil artinya. Sebenarnya onak dan duri itu bukan Cuma bersumber dari kegagalan. Sukses yang kita raih pun bisa berubah menjadi duri kalau kita tak pandai-pandai menjaga diri. Nah, bagaimana caranya supaya kita bisa tampil sukses dan meyakinkan dalam segala cuaca?

Menatap Kegagalan Ambisi, cita, dan harapan adalah milik manusia, yang bervariasi mulai dari bentuk yang sederhana sampai yang paling “wah.” Ada yang menggantungkan cita-citanya setinggi bintang di langit, dan ada pula yang Cuma setinggi pohon kencur dipekarangan rumah. Mungkin harapan yang tertanam hanya seluas pelukan tangan, tapi mungkin pula sepelukan Gunung Mahameru. Ada yang berambisi menjadi pimpinan Kaliber dunia, dan ada pula yang Cuma ingin mencapai pangkat ketua RT saja. Kemungkinan untuk gagal selalu ada, seperti juga kemungkinan munculnya sukses. Usaha yang kita lakukan selalu menjanjikan dua alternatif, sukses atau gagal. Biasanya kegagalan mengundang rasa kecewa, frustasi. Nah, besar kecilnya kekecewaan yang kita alami banyak tergantung pada besar kecilnya harapan yang tertanam, tinggi rendahnya cita, dan tingkat ambisi yang memenuhi dada kita. Dan bicara tentang frustasi, ambang rasa ini berbeda pada setiap orang, yang juga dipengaruhi oleh besar kecilnya nyali seseorang. Satu hal yang jelas dan harus kita camkan adalah, bahwa kegagalan itu perlu ditatap, jangan dihindarkan atau dicoba sembunyikan. Tataplah dia, kalau kita memang ingin sukses dan mampu memetik buah dari pengalaman kita. Kita masih ingat pepatah “pengalaman adalah guru yang terbaik?” nah, ungkapan itulah yang paling tepat untuk direnungi dan diresapikan dalam-dalam. Menatap kegagalan dan menyimaknya dengan teliti akan membawa kita kepada fakta yang membeberkan penyebab kegagalan. Dan kalau kita mampu menjadikannya pengalaman berharga, kita pun tak perlu meniru keledai yang terpaksa terantuk pada batu yang sama.
Sumber: Group Facebook Belajar Tiada Akhir

Kamis, 02 Januari 2014

Anda dan Sang Kholiq



Orang sering sulit dimengerti, tidak pikir panjang dan selalu memikirkan diri sendiri, namun demikian……… ampunilah mereka. Bila anda baik hati, orang mungkin menuduh anda egois, atau punya mau. Namun demikian………… tetaplah berbuat baik. Bila anda sukses, anda akan menemui teman-teman yang tidak bersahabat, dan musuh-musuh sejati anda, namun demikian………………. teruskan kesuksesan anda. Bila anda jujur dan tulus hati, orang mungkin akan menipu anda, namun demikian…………. tetaplah jujur dan tulus hati. Hasil karya anda selama bertahun-tahun dapat dihancurkan orang dalam semalam, namun demikian………. tetaplah berkarya Bila anda menemukan ketenangan dan kebahagiaan, mungkin ada yang iri, namun demikian………… syukurilah kebahagiaan anda. Kebaikan anda hari ini gampang sering dilupakan orang, namun demikian……. teruslah berbuat baik. Berikanlah yang terbaik dari anda dan itu pun tidak akan pernah memuaskan orang, namun demikian….tetaplah member yang terbaik. Pada akhirnya……….. Perkaranya adalah antara anda dan Sang Kholiq…dan bukan antara anda dan mereka.
(Bunda Theresa)

Minggu, 29 Desember 2013

Cinta Sejati Ialah Menerima Kekurangan dan Kelebihan

Jika kita mencintai seseorang Berusahalan untuk tampil apa adanya karena Cinta sejati selalu dapat Menerima Kelebihan dan Kekurangan Bahagialah bagi orang yang mengerti akan arti cinta, Karena Cinta itu akan memberikan warna bagi kehidupannya Cinta yang teramat besar kadang dapat membuat kita tak bisa mencintai lagi Luruhnya hati bukanlah suatu dosa, Maka Jangan Pernah Takut untuk Jatuh Cinta Cinta Tak Harus Saling Memiliki Kadang Kala Mereka Harus Melepaskan Cinta Tersebut Karena Cinta yang Sejati Selalu Ingin Membahagiakan Orang Yang dicintai Cinta itu seperti art yg indah dan agung, berbahagialah yg pernah mendapatkannya meskipun tidak abadi Cinta tidak membuat dunia berputar Cinta inilah yang membuat perjalanan tersebut berharga Cinta tidak berupa tatapan satu sama lain, tetapi memandang ke luar bersama ke arah yang sama. Bel bukanlah bel sebelum engkau membunyikannya Lagu bukanlah lagu sebelum engkau menyanyikannya Cinta di dalam hatimu tidak diletakkan untuk tinggal di sana Cinta bukanlah cinta sebelum engkau memberikannya Nafsu adalah emosi Cinta adalah pilihan Cara untuk mencintai sesuatu adalah dengan menyadari Bahwa sesuatu itu mungkin hilang Cinta adalah kunci induk yang membuka gerbang kebahagiaan Kekasih yang bijaksana tidak menghargai hadiah dari kekasihnya Sebesar cinta dari si pemberi Jika anda ingin dicinta, mencintalah dan jadilah orang yang pantas dicinta Di antara mereka yang saya sukai atau kagumi, saya tidak dapat menemukan suatu kesamaan Tetapi di antara mereka yang saya kasihi, saya dapat menemukannya: mereka semua membuat saya tertawa Persahabatan sering berakhir dengan cinta Tetapi cinta kadang berakhir bukan dengan persahabatan Kita harus sedikit menyerupai satu sama lain untuk mengerti satu sama lain Tetapi kita harus sedikit berbeda Untuk mencintai satu sama lain Cinta yang belum matang berkata: “Aku cinta kamu karena aku butuh kamu” Cinta yang sudah matang berkata: “Aku butuh kamu karena aku cinta kamu” Cinta memasukkan kesenangan dalam kebersamaan kesedihan dalam perpisahan harapan pada hari esok kegembiraan di dalam hati Siapa pun yang mempunyai hati penuh cinta selalu mempunyai sesuatu untuk diberikan Cinta sejati dimulai ketika tidak sesuatu pun diharapkan sebagai balasan Segera sesudah kita belajar mencinta Kita akan belajar untuk hidup Cinta… Jika anda memilikinya, anda tidak memerlukan sesuatu pun yang lain Dan jika anda tidak memilikinya, apa pun yang lain yang anda miliki tidak banyak berarti Cinta tidak dapat dipaksakan Cinta tidak dapat dibujuk dan digoda Cinta muncul dari Surga tanpa topeng dan tanpa dicari Cobalah bernalar tentang cinta dan engkau pun akan kehilangan nalarmu Lebih mudah mengubah persahabatan menjadi cinta, daripada mengubah cinta menjadi persahabatan Seorang wanita yang berpura-pura menertawai cinta itu seperti seorang anak kecil yang menangis di malam hari karena ketakutan Terkadang cinta yang baru malah datang dari kawan lama. Terkadang kekasih yang baik adalah orang yang selalu ada untuk kita. Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya; dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup. Hal yang paling penting dilakukan di dunia ini adalah mendapatkan makanan, minuman dan seseorang yang mencintaimu. Setelah meneliti orang yang dicintai dan orang yang tidak dicintai, kami menemukan orang yang dicintai jarang sekali mencoba menipu orang lain Semoga Kata-kata Mutiara Cinta diatas bisa menyejukan hati anda dan Kalau Kurang dengan Kata Mutiara Silahkan Kunjungi Kata mutiara yang lain di Artikel Terkait Sebelah kanan...

Senin, 23 Desember 2013

Arti Sebuah Kegagalan



Kata bisa disebutkan hanyalah terdiri dari rangkaian huruf. Begitu pula dengan kalimat. Ia tak ubahnya rangkaian kata. Namun, di balik rangkaian huruf dan kata itu tersembunyi kekuatan tersendiri, jika ia di ucapkan atau di tuliskan oleh para ahli pikir dan orang-orang ternama. Ia dapat menjadi pencerah sekaligus pedoman yang berguna untuk melangkah dan menjalani kehidupan ini bagi orang yang bersedia memikirkan, merenungkan, dan mengambil pelajaran darinya.

Seperti yang di ungkapkan T. Hunger misalnya, bahwa semua kesuksesan yang sesungguhnya tergantung pada diri seseorang sendiri. Begitulah pada kenyataannya. Seseorang yang ingin meraih kesuksesan dalam kehidupannya hendaklah berusaha untuk meraihnya sendiri. Seseorang yang ingin sukses menurut Dr. Joyce Brothers dapat memulainya dengan berpikir bahwa dirinya adalah orang yang sukses. Memutuskan diri untuk sukses, menurut Richard Brinsley Sheriden merupakan suatu cara yang paling pasti untuk tidak mengalami kegagalan.

Lantas, bagaimana para ahli dan juga orang-orang ternama itu memaknai kegagalan?

Kegagalan betapa pun pahitnya dirasakan ketika pertama menimpa ternyata besar pula maknanya. Winston Churchil mantan Perdana Menteri Inggris tahun 1951 hingga 1955, menyebutkan bahwa kegagalan demi kegagalan akan membentuk kesuksesan jika tindakan yang berbuah kegagalan itu dilakukan dengan penuh semangat. Robert H. Schuller juga menyatakan bahwa kegagalan bukan menjadi petunjuk pasti jika orang yang mengalaminya adalah orang yang gagal, melainkan hanya belum berhasil. Thomas J. watson bahkan meyatakan sebuah rumus kesuksesan dengan memperbanyak persentase kegagalan. Kegagalan bukan musuh dari kesuksesan. Kegagalan adalah sesuatu yang dapat menjadi pembelajaran yang baik. “Buatlah segala kesalahan yang bisa Anda lakukan,” begitu saran Thomas J. Watson, “Karena ingat, di sanalah Anda akan menemukan kesuksesan.”

Kegagalan dan kesukesan adalah hal yang biasa terjadi dalam ritme hiup setiap orang yang tidak terpisahkan dari kehidupan semua orang. Kegagalan dapat menjadi cambuk untuk menuju kesuksesan dengan perjuangan yang dikalahkan rasa putus asa karena kegagalan yang terjadi.

Kegagalan memang menjadi bagian hidup kita yang pahit, tetapi bukan berarti menutup segala kemungkinan keadaan menjadi lebih baik di kemudian hari nanti. Pahamilah bahwa kegagalan hanyalah saat kita belum sukses. Oleh sebab itu segera bangun rasa percaya diri dan keberanian lagi untuk mencoba hal baru atau segera keluar dari zona nyaman. Kemudian mulailah berusaha mencoba mencapai target-target kecil dulu. Jika ada kemajuan, barulah target dapat dikembangkan.

Jangan menganggap kegagalan itu sesuatu yang memalukan, namun jadikan semangat untuk mencoba sekali lagi walau hasilnya pun belum pasti. Jika kita terus mencoba, maka suatu saat kita akan menemukan cara terbaik dan tepat untuk mencapai target. 

Referensi:
Gamal Komandoko. Multivitamin Wisdom 365 Hari. Bagai Tetesan Air Yang Melubangi Batu. MedPress (Anggota IKAPI). Yogyakarta 2011
http://forum.kompas.com/teras/5744-bagaimana-kamu-menyikapi-dan-memaknai-kegagalan.html
http://alrsk.blogspot.com/2011/01/bagaimana-memaknai-kegagalan.html

Minggu, 22 Desember 2013

TAKUT ITU WAJAR

Perang Mu’tah, adalah perang yang secara rasio tak akan membuat manusia optimis apalagi yakin dengan kemenangan yang dijanjikan. Bayangkan saya, jumlah pasukan Romawi yang berkumpul pada hari itu lebih dari 200.000 tentara, lengkap dengan baju perang yang gagah, panji-panji dari kain sutra, senjata-senjata yang perkasa, lalu dengan kuda-kuda yang juga siap dipacu.

Abu Hurairah bersaksi atas perang ini. ”Aku menyaksikan Perang Mu’tah. Ketika kami berdekatan dengan orang-orang musyrik. Kami melihat pemandangan yang tiada bandingnya. Jumlah pasukan dan senjatanya, kuda dan kain sutra, juga emas. Sehingga mataku terasa silau,” ujar Abu Hurairah.

Sebelum melihatnya, pasukan para sahabat yang hanya berjumlah 3.000 orang-orang beriman, sudah mendengar kabar tentang besarnya pasukan lawan. Sampai-sampai mereka mengajukan berbagai pendapat, untuk memikirkan jalan keluar. Ada yang berpendapat agar pasukan Islam mengirimkan surat kepada Rasulullah saw, mengabarkan jumlah musuh yang dihadapi dan berharap kiriman bala bantuan lagi. Banyak sekali usulan yang mengemuka, sampai kemudian Abdullah ibnu Rawahah yang diangkap sebagai panglima pertama berkata di depan pasukan.

”Demi Allah, apa yang kalian takutkan? Sesungguhnya apa yang kalian takutkan adalah alasan kalian keluar dari pintu rumah, yakni gugur sebagai syahid di jalan Allah. Kita memerangi mereka bukan karena jumlahnya, bukan karena kekuatannya. Majulah ke medan perang, karena hanya ada dua kemungkinan yang sama baiknya, menang atau syahid!”

Pidato perang yang singkat, tapi sangat menggetarkan. Seperti yang kita tahu dalam sejarah, sebelum berangkat Rasulullah berpesan pada pasukan. Jika Zaid bin Haritsah terkena musibah, maka panglima akan diserahkan kepada Ja’far bin Abi Thalib. Dan jika Ja’far bin Abi Thalib juga terkena musibah, maka Abdullah ibnu Rawahah yang menggantikannya.
Mahasuci Allah dengan segala tanda-tanda-Nya. Perkataan Rasulullah benar terbukti, sebagai salah satu tanda-tanda kebesaran Allah. Zaid bin Haritsah syahid dalam peperangan ini. Kemudian panji-panji Rasulullah dipegang oleh Ja’far bin Abi Thalib. Panglima pasukan kaum Muslimin ini menunggangi kuda yang berambut pirang, bertempur dengan gagah. Di tengah-tengah peperangan ia bersenandung riang:

Duhai dekatnya surga, Harum dan dingin minumannya,Orang Romawi telah dekat dengan azabnya, Mereka kafir dan jauh nasabnya, Jika bertemu, aku harus membunuhnya.

Dalam situasi perang, sungguh tak banyak pilihan.Menjadi yang terbunuh atau menjadi yang bertahan. Maka tentu saja senandung Ja’far ra berbunyi demikian. Tangan kanan Ja’far terputus karena tebasan pedang ketika mempertahankan panji pasukan. Kini tangan kirinya yang memegang. Tangan kirinya pun terbabat pula oleh tebasan. Sehingga panji-panji Islam dipegangnya dengan lengan atasnya yang tersisa hingga Ja’far ditakdirkan menemui syahidnya.

Ibnu Umar ra bersaksi, ”Aku sempat mengamati tubuh Ja’far yang terbujur pada hari itu. Aku menghitung ada 50 luka tikaman dan sabetan pedang yang semuanya ada dibagian depan dan tak satupun luka berada di bagian belakang.” Semoga Allah membalasnya dengan sayap yang kelak akan membuatnya terbang kemanapun dia suka.

Kini tiba giliran Abdullah ibnu Rawahah tampil ke depan untuk mengambil tanggung jawab, memimpin pasukan dan mengangkat panji-panji Islam. Ada kegundahan dalam hati dan pikirannya, karenanya Ibnu Rawahah memompa sendiri keberanian di dalam hatinya:

Aku bersumpah wahai jiwaku, turunlah ! Kamu harus turun atau kamu akan dipaksa Bila manusia bersemangat dan bersuara Mengapa aku melihatmu enggan terhadap surga

Dalam kalimat-kalimat syairnya di tengah laga, tergambar bahwa ada kegalauan dalam jiwa Abdullah ibnu Rawahah. Tentu saja hanya Allah yang Mengetahui. Apalagi dua sahabatnya, telah pergi mendahului. Melihat dua jasad mulia sahabatnya, Abdullah ibnu Rawahah kembali berkata:

Wahai jiwaku Jika tidak terbunuh kamu juga pasti mati Ini adalah takdir kan telah kau hadapi Jika kamu bernasib seperti mereka berdua Berarti kamu mendapat hidayah

Lalu kemudian, Abdullah ibnu Rawahah juga bertemu dengan syahidnya. Ini memang kisah tentang perang. Tapi sesungguhnya hikmah dan teladan yang ada di dalamnya, bermanfaat dalam semua peristiwa kehidupan. Dalam perang, tak ada sikap yang bisa disembunyikan. Pemberani, ketakutan, risau dan kegalauan, cerdik dan penuh akal, atau orang-orang yang selalu menghindar. Semua terlihat nyata. Tak ada yang bisa disembunyikan!

Takut, risau dan galau, sungguh adalah perasaan wajar yang muncul karena fitrah. Dalam sebuah periode kehidupan, kita seringkali merasakannya. Meski begitu, bukan pula alasan kita menghindar dari sesuatu yang harus kita taklukkan karena rasa takut, risau dan galau yang lebih menang. Kemudian kita mencari-cari alasan dengan menyebutnya dengan dalih strategi dan langkah pintar. Menunduk untuk menanduk, atau yang lainnya.

Gunung-gunung harus didaki, laut dan samudera harus diseberangi, lembah dan ngarai harus dijelajahi. Tantangan hidup harus ditaklukan bukan dihindari. Dan tujuan besar hidup kita sebagai seorang Muslim adalah menegakkan kebenaran dan menyebarkan kebaikan.

Berbuat kebaikan dan mencegah manusia dari kemunkaran, harus dilakukan, betapapun pahitnya balasan yang akan didapatkan. Ketakutan, risau dan galau akan selalu datang. Tapi berkali-kali pula kita harus mampu mengalahkan mereka dan berkata pada diri sendiri. Meniru ulang apa yang dikatakan sahabat Abdullah ibnu Rawahah dengan gagah pada hati dan akalnya, ”Apakah engkau enggan pada nikmat Allah yang Maha Tinggi?!” Wallahu a’lam bi shawab.

10 RIBU RUPIAH MEMBUAT ANDA MENGERTI CARA BERSYUKUR


Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.

Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"

Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, "Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!"


Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, "Tidak... tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!"

Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan. Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekening dia.
Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening.

Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Uang itu Kemudian ia lipat kecil untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah.

Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima, betapa girangnya dia. Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan: "Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga...!"
Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu. Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, "Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga....!"

Deggg...!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana.

Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman. Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. "Ada apa Pak?" Istrinya bertanya.

Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: "Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!"

Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman mengatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis. Namun Budiman kemudian melanjutkan kalimatnya:
"Bu..., aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!

Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah.

Bu..., aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah."

Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas segala nikmat-Mu